Artikel Terbaru
Home » Berita » Budidaya Pertanian Tumpangsari Petani Desa Clekatakan
Budidaya Pertanian Tumpangsari Petani Desa Clekatakan
Petani sedang melakukan perawatan tanaman

Budidaya Pertanian Tumpangsari Petani Desa Clekatakan

Clekatakan.desa.id – Hasil produksi pertanian menjadi komoditas unggulan di Desa Clekatakan, selain dari cuaca dan suhu yang mendukung, para petani desa clekatakan pun sudah sangat pandai memanfaatkan lahan pertanian mereka.

Karena hampir sebagian besar masyarakat dan petani di desa clekatakan, rata-rata hanya memiliki 1-2 lahan produktif pertanian. Dengan terbatasnya lahan tersebut, sudah hampir puluhan tahun, petani di desa clekatakan menggunakan sistem pertanian tumpang sari. Bagi petani di desa clekatakan sudah tidak asing lagi dengan kata tumpangsari, namun banyak juga yang belum mengerti, apa sih tumpangsari itu?

Karena dari kecil sampai saat ini, admin dilahirkan dan dibesarkan di Desa Clekatakan tercinta,tergerak hati ingin sedikit membahas tentang sistem pertanian tumpangsari, yang sangat menguntungkan bagi petani pada saat budidaya tanam itu di aplikasikan di lahan pertanian.

Tentunya baik sistem pertanian tunggal, maupun tumpangsari, ada kekurangan dan kelebihan, dari masing-masing sistem yang diterapkan oleh para petani, tapi bagi petani di Desa Clekatakan, wajib hukumnya dalam pertanian untuk menggunakan sistem tanam tumpangsari, selain lebih maksimal dalam pemanfaatan lahan pertanian, petani akan diuntungkan dengan hasil panen yang berlipat, misalkan saja pada tumpangsari pertanian cabai, dengan umur tanam sampai panen antara 0-120 hari, tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit, dengan menggunakan sistem tanam tumpangsari, petani akan lebih di untungkan dengan hasil panen yang berlipat pula.

tumpangsari

Tanaman Kentang dengan tumpangsari bawang daun dan sawi

tumpangsari

Tanaman cabai dengan tumpangsari bawang merah dan sawi

Misalkan pada pertanian cabai merah, bila tanaman tumpangsari dengan sayur yang umur panennya cepat, seperti sayuran sawi, bawang daun. Petani akan diuntungkan dengan masa panen tiap bulan, tentunya akan sangat membantu permodalan untuk perawatan cabainya, bahkan seringkali petani bisa mengembalikan keseluruhan modal pertanian dan mendapatkan untung, hanya dari tanaman tumpangsarinya. Tentunya apabila harga di pasar tinggi.

 

 

Okelah, sekilas tadi sedikit keuntungan sistem tanam tumpangsari. Berikut akan dijelaskan secara detail, kekurangan dan kelebihan sistem tanam tumpangsari.

Keuntungan :

  • Pemanfaatan lahan sangat maksimal, dikarenakan dalam lahan yang sama, bisa menanam dua sampai tiga jenis jenis sayuran yang berbeda, dengan waktu yang bersamaan.
  • Hasil panen yang berlipat, dengan tumpangsari sayuran yang umur panen cepat, petani bisa mendapatkan hasil tiap bulan, dari masing-masing jenis sayuran.
  • Modal yang sangat efisien pada penggunaan pupuk dasar, dengan tanaman tumpangsari, jika diperhitungkan dengan banyaknya jenis sayuran yang ditanam dalam satu lahan.
  • Hasil panen berlipat, dengan sistem tanam tumpangsari, petani tidak hanya mengandalkan panen dari satu jenis tanaman saja,namun bisa lebih dari satu jenis panenan dalam kurun waktu satu bulan.
  • Pengembalian Modal pertanian lebih cepat, dengan beberapa jenis sayuran yang ditanam dalam satu lahan, tentunya dari tiap jenis sayuran yang dipanen, akan lebih cepat mengembalikan modal awal yang dikeluarkan saat pertama kali membuka lahan.

Kekurangan :

  • Biaya untuk tenaga kerja tentunya lebih banyak
  • Biaya perawatan bertambah, dikarenakan jenis sayuran yang di budidayakan lebih banyak
  • Rentan akan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) jika perawatan kurang maksimal
  • Petani harus lebih sering malakukan cek tanaman, jika menginginkan hasil yang maksimal.

Melihat dari penjelasan detail di atas, Pengertian tumpangsari adalah Budidaya bercocok tanam dengan mencampur beberapa jenis tanaman, dalam waktu yang sama dilahan yang sama, atau sering disebut budidaya tanam Polyculture oleh para ahli. semoga dengan budidaya pertanian tumpangsari, akan lebih memajukan perekonomian masyarakat di seluruh desa clekatakan, dan petani di indonesia pada umumnya, dengan hasil yang berlimpah dan tentunya rezeki yang barokah. (Aamiin)

Tulis Komentar